Teknik Propaganda dari Hummel dan Huntress

Teknik Propaganda dari Hummel dan Huntress

Teknik Propaganda dari Hummel dan Huntress

Teknik Propaganda dari Hummel dan Huntress

Jika usaha propaganda sudah dapat berhasil menarik perhatian, Hummel dan Hunterss berpendapat bahwa pendekatan dan teknik yang dapat diterapkan adalah sebagai berikut:

  1. The Bald Appeal (Bald=botak, gundul: Appeal=minta)

Cara ini adalah cara yang paling umum, karena sifatnya mudah dan sederhana. Dengan “the bald appeal” ini, dimaksudkan menyatakan suatu anjuran atau sugesti secara langsung tanpa suatu komentar. Anjuran dan sugesti yang disingkat ini sebenarnya masih memerlukan keterangan, alasan-alasan atau argumentasi untuk memperkuatnya. Akan tetapi propagandis yang menggunakan “the bald appeal” tidak menggunakan hal-hal tersebut, karena kekuatannya diletakkan dalam pengulangan yang dilakukan secara terus menerus tanpa henti-hentinya.


  1. Humor

Manusia hampir seluruhnya suka ketawa. Humor selalu “welcome” dimana-mana. Karikatur dan Cartoon adalah dua diantara berbagai cara untuk menyanjung atau merendahkan sesuatu secara humoristis atau lucu. Akan tetapi, ia bisa juga tajam dan kadang-kadang bisa sangat menyinggung perasaan. Demikianlah pula pidato propaganda akan dapat mencapai hasil yang cukup baik, jika didalamnya dapat diselipkan humor atau sesuatu yang lucu.

  1. Satire

Satire adalah semacam  lelucon, tapi mengandung ironi (mencemoohkan) dan sarcasme (ejekan), suatu pernyataan yang menyakiti hati. Satire biasanya mengandung kritik yang mengandung ejekan-ejekan mengenai berbagai kepincangan didalam masyarakat. Faedahnya dapat digunakan untuk mendukung suatu wibawa, tetapi sebaliknya juga dapat untuk meruntuhkannya. Sarcasme sebagai pendukung Satire, kadang-kadang mengandung filsafah, tetapi sifatnya selalu mengiris, pahit, tajam dan menyakiti hati.


  1. Shock Technique

Dalam propaganda seringkali teknik ini ditemui. Misalnya dalam kampanye keselamatan lalu lintas digunakan gambar-gambar atau kerangka mobil ringsek atau gambar korban “maut” yang mengerikan sebagai akibat tabrakan; Iklan asuransi yang menggambarkan anak kecil yang nyaris ditabrak. Semuanya itu sangat efektif dalam menarik perhatian komunikan.


  1. Just Plain Lies

Dalam suatu kegiatan pengaruh-mempengaruhi dikehidupan manusia yang serba sulit ini, seringkali terjadi berbagai peristiwa yang sukar diketahui asal mulanya secara pasti, oleh karena pengamatan dan penyaksian setempat tidak selalu mungkin untuk dilakukan. Umumnya berbagai peristiwa yang bersifat kontroversial seringkali diselubungi oleh prasangka dan berbagai macam kepentingan, sehingga pandangan orang semakin jauh dari fakta yang sebenarnya.


  1. Half-Truths

Cara ini seringkali dengan sengaja menyisihkan fakta atau catatan historis yang ada. Dalam suatu perjuangan politik misalnya suatu partai politik bisa mengutuk kegiatan lawannya, padahal yang sebenarnya kegiatan yang sama itu olehnya sendiri pernah dilakukan.


  1. Argumentum ad Hominem

Istilah itu berarti “mengajukan argumentasi untuk seseorang”. Teknik demikian adalah yang paling banyak terasa dan terlihat dalam kehidupan sehari-hari. Efektivitasnya dapat dipetik untuk membela dan meruntuhkan sesuatu argumentasi mengenai seseorang, biasanya berupa sanjungan, dukungan atau pujian, tetapi juga sebaliknya bisa berupa cerca/cacian, hinaan, fitnah dan ejekan.


  1. Argumentum ad Populum

Istilah itu berarti pengajuan argumentasi yang diperkirakan dapat menyenangkan hati orang banyak/rakyat dengan kata-kata yang bersifat “flattering” (merayu) atau “soft soap”. Cara “Argumentum ad Populum” ini berlaku pula sampai tingkat menepuk-nepuk bahu rakyat biasa atau menimang-menimang anak yang dijumpainya.


Sumber: https://alphaomegaproperty.co.id/oo-launcher-apk/

About the Author