Prinsip pemilihan tema

Prinsip pemilihan tema

Pemilihan tema hendaknya memperhatikan prinsip-prinsip sebagai berikut:

Ø  Kedekatan, artinya tema hendaknya dipilih mulai dari tema yang terdekat dengan kehindupan anak kepada tema yang semakin jauh dari kehidupan anak.

Ø  Kesederhanaan, artinya tema hendaknya dipilih mulai dari tema-tema yang sederhana kepada tema-tema yang lebih rumit bagi anak.

Ø  Kemenarikan, artinya tema hendaknya dipilih mulai dari tema-tema yang menarik minat anak.

Ø  Keinsidentalan, artinya peristiwa atau kejadian disekitar anak (sekolahan) yang terjadi pada saat pembelajaran berlangsung hendaknya dimasukkan dalam pembelajaran walaupun tidak sesuai dengan tema yang dipilih pada hari itu.

Langakah pemilihan tema

Ø  Mengidentifikasi tema yang sesuai denagan hasil belajar dan indikator dalam kurikulum.

Ø  Menata dan mengurutkan tema berdasarkan prinsip-prinsip pemilihan tema.

Ø  Menjabarkan tema kedala sub-sub tema agar cakupan tema tidak terlalu luas.

Ø  Memilih sub tema yang sesuai.[14]

Aspek-Aspek Perkembangan Anak Usia Dini

Dalam dunia pendidikan anak usia dini (PAUD), perkembangan anak merupakan hal yang harus diperhatikan karena perkembangan anak secara lanjut akan menentukan proses pembelajaran anak tersebut di jenjang selanjutnya.

Perkembangan berkenaan dengan keseluruhan kepribadian anak, karena kepribadian membentuk satu kesatuan yang terintegrasi. Secara umum dapat dibedakan beberapa aspek utama kepribadian anak, yaitu aspek intelektual (kecerdasan/ kognitif), sosial, emosional, bahasa, dan keagamaan.

Perkembangan dari tiap aspek kepribadian tidak selalu bersama-sama atau sejajar, perkembangan sesuatu aspek mungkin mendahului atau mungkin juga mengikuti aspek lainnya. Pada awal kehidupan anak, yaitu pada saat dalam kandungan dan tahun-tahun pertama kehidupan, perkembangan aspek fisik dan motorik sangat menonjol.

Selama sembilan bulan dalam kandungan, ukuran fisik bayi berkembang dari seperduaratus milimeter menjadi 50 sentimeter panjangnya. Selama dua tahun pertama, bayi yang tidak berdaya pada awal kelahirannya, telah menjadi anak kecil yang dapat duduk, merangkak, berdiri, bahkan pandai berjalan dan berlari, bisa memegang dan mempermainkan berbagai benda atau alat.

RECENT POSTS

About the Author