PENYELESAIAN PERJANJIAN SARAGOSA

PENYELESAIAN PERJANJIAN SARAGOSA

PENYELESAIAN PERJANJIAN SARAGOSA

PENYELESAIAN PERJANJIAN SARAGOSA

Perjanjian Saragosa memang merupakan

penegasan kembali dari perjanjian Tordesillas antara Spanyol dan Portugis sebelumnya dan sudah sering disebutkan bahkan jauh sebelum kedatangan kapal kedua negara ini dan mendirikan benteng pertahanan di Ternate atau Tidore.

Spanyol dan Portugal telah memutuskan, pada tahun 1524, untuk menunjuk Junta de Badajoz-Elvas, dengan tiga astronom atau pembuat peta, tiga pilot, dan tiga matematikawan. Mereka dituduh menemukan lokasi tepat meridian yang ditetapkan dalam Perjanjian Tordesillas mengenai kekuasaan wilayah masing-masing.

Setelah bertemu beberapa kali, tidak ada kesepakatan yang bisa dicapai di antara kedua negara ini. Keduanya memiliki peta sendiri yang menunjukkan Maluku, pulau-pulau di sebelah barat Papua termasuk Ternate, Tidore, Makian, Moti, dan Bakan, berada di pihak mereka berdua.

Satu tahun kemudian tepatnya pada tanggal 10 Februari 1525, permasalahan kedua negara ini mulai menemukan solusi. Catherine dari Austria yang merupakan saudara perempuan Charles V, menikahi John III dari Portugal dan setahun setelah itu yakni pada tanggal 11 Maret 1526, Charles V sendiri menikahi saudara perempuan Raja John, Isabella dari Portugal.

Butuh beberapa tahun untuk menyelesaikan pengaturan mengenai perbatasan wilayah di kedua negara ini tetapi pada tanggal 22 April 1529 dan Perjanjian Saragosapun selesai. Portugis membangun perbatasan timur ke zona domain atau 17 derajat ke timur di pulau-pulau Maluku atau dekat Marianas yang dikuasai oleh Spanyol.

Sebagai gantinya Portugis memberikan 350.000 dukat kepada Spanyol dengan catatan bahwa semua hak, tindakan, kepemilikan, dan semua hak untuk menavigasi, kontrak dan perdagangan di adalah milik Portugis.
Namun perjanjian itu juga melarang Portugis untuk masih memperluas benteng di Ternate. Portugis dilarang membangun perluasan wilayah dan hanya berhak untuk memperbaikinya saja. Perjanjian inipun kemudian benar-benar disepakati dan tidak lagi dilanggar oleh salah satu pihak baik itu Spanyol maupun Portugis.

Perjanjian Saragosa menjadi saksi bahwa pada zaman dahulu bangsa Eropa telah melakukan banyak ekspansi dan monopoli perdagangan yang dilakukan bukan hanya di Indonesia saja, tapi seluruh wilayah Asia khususnya. Seperti itulah latar belakang dari perjanjian Saragosa dan semoga bisa menambah pengetahuan mengenai sejarah di masa lampau.


Sumber: https://www.r9racinggeneration.co.id/transport-tycoon-apk/

About the Author