penyebab penderitaan

PENGARUH PENDERITAAN

Menurut Huijbers (1986) hidup obyektif mempunyai peranan penting dalam menentukan tujuan hidup, dalam mengejarnya dan dalam menghayatinya. Hidup efektif atau perasan justru menjadi motor yang kuat untuk mengembangkan suatu hidup yang sesuai dengan tujuan hidup. Selanjutnya perasaan itu menjadi bagian suatu situasi hidup yang telah dicapai. Perkembangan hidup manusia terjalin erat dengan hidup emosionalnya. Bila hidup emosionalnya baik, kemungkinan besar hidupnya sebagai keseluruhan akan baik juga.
Apa sebabnya diantara dua oang yang menghadapi suatu masalah yang kurang lebih sama, seorang tetap sehat dan tidak menderita sedangkan yang lainnya jatuh sakit? Menurut Tandau, pada umumnya para ahli berpendapat bahwa individu yang jatuh sakit, karena di dalam diri individu yang bersangkutan ada sesuatu faktor yang menyebabkan seseorang itu lebih terdorong ke arah keadaan sakit.

Faktor itu ialah:

a) Keadaan fisik individu yang dibentuk selama pertumbuhan fisiknya, dan
b) Faktor-faktor yang terletak di dalam kepribadiannya, terutama yang bersifat pengalaman serta perkembangan mentalnya.
Perilaku manusia untuk sebagian besar merupakan pancaran perilaku yang telah dipelajari sebelumnya. Oleh karena itu perilaku manusia tidak pernah beku, dapat selalu berubah, dan dapat berbeda-beda dari satu individu ke individu yang lain dan dari satu saat ke saat yang lain. Dalam proses pembentukan kepribadiannya ini faktor enkulturasi dan sosialisasi memegang peranan yang penting. Manusia sejak lahir harus mempelajari cara-cara bagaimana supaya dapat mengatasi persoalanyang dihadapinya.
Jika di bidang fisik-somatik yang diperlukan oleh manusia ialah jasmani yang sehat, di bidang mental emosional yang diperlukan ialah kepribadian psikologik yang sehat. Jika salah satu unsur yang penting di bidang fisik-somatik supaya jasmani berada dalam kondisi sehat adalah vitamin, protein, karbohidrat, dan lemak maka unsur yang penting di bidang mental-emosional supaya tercapai kondisi kepribadian-psikologi yang sehat adalah perasaan bahwa dirinya terjamin, bahwa dirinya aman.
Hal ini diperlukan supaya tercapai kondisi kepribadian yang harmonis, stabil, dan sabar. Rasa diri terjamin dan rasa diri amn ini dapat diciptakan dalam bentuk kasih sayang. Oleh karena itu dalam rangka pembentukan kepribadian psikologi yang harmonis, stabil, dan penuh kesabaran diperlukan dimilikinya pengalaman-pengalaman cinta dan kasih sayang dari orang-orang yang berhubungan dengannya.
Seorang yang mengalami penderitaan mungkin akan memperoleh pengaruh bermacam-macam dan sikap dalam dirinya. Sikap yang timbul dapat berupa sikap positif ataupun sikap negatif. Sikap negatif misalnya penyesalan karena tidak bahagia, sikap kecewa, putus asa, dan ingin bunuh diri. Kelanjutan sikap negatif ini dapat timbul sikap anti, misalnya tidak punya gairah hidup.
Sikap positif yaitu sikap optimis mengatasi penderitaan hidup, bahwa hidup bukan rangkaian penderitaan, melainkan perjuangan membebaskan diri dari penderitaan, dan penderitaan itu adalah hanya bagian dari kehidupan. Sikap positif biasanya kreatif, tidak mudah menyerah, bahkan mungkin timbul sikap keras atau sikap anti.
Apabila sikap negatif dan positif ini dikomunikasikan oleh para seniman kepada para pembaca, penonton, maka mereka akan memberikan penilainnya. Penilaian itu dapat berupa kemauan untuk mengdakan perubahan nilai-nilai kehidupan dalam masyarakat dengan tujuan perbaikan keadaan. Keadaan yang tidak sesuai ditinggalkan dan diganti dengan keadaan yang lebih sesuai.


Sumber: https://www.gurupendidikan.co.id/jasa-penulis-artikel/

About the Author