Penulisan Tanda Baca

Penulisan Tanda Baca

Tanda baca adalah simbol yang tidak berhubungan dengan fonem (suara) atau kata dan frase suatu bahasa melainkan berperan untuk menunjukkan struktur dan organisasi suatu tulisan dan juga intonasi serta jeda yang dapat diamati sewaktu pembacaan. Aturan tanda baca berbeda antar bahsa, lokasi, waktu dan terus berkembang beberapa aspek tanda baca adalah suatu gaya spesifik yang yang karenanya tergantung pada pilihan penulis.

Selain itu tanda baca juga digunakan umtuk mengatur teks dan menjelaskan makna terutama dengan memisahkan atau menghubungkan kata-kata, frase dan klausa.

Adapun macam-macam dari tanda baca yaitu :

  1. Tanda titik (.)

Tanda titik merupakan tanda yang dipakai diakhir kalimat yang bukan pertanyaan atau seruan. Selain itu tanda titik juga berfungsi untuk menandai akhir kalimat berita, atau untuk keperluan singkatan, gelar, dan angka-angka. Misalnya Andre pergi ke Jakarta.

  1. Tanda koma (,)

Tanda koma merupakan tanda yang berfungsi untuk memisahkan anak kalimat atau hal-hal yang disebutkan dalam kalimat, juga untuk keperluan singkatan, gelar, dan angka-angka. Misalnya Reny membeli permen, roti, dan air mineral. A. Yasser Samad, S.S. dan lain-lain.

  1. Tanda titik dua (:)

Tanda titik dua merupakan tanda yang berfungsi untuk mengawali penguraian suatu kalimat. Misalnya Ketua : Abdul Mu’in

  1. Tanda hubung (-)

Tanda hubung adalah tanda berfungsi untuk menghubungkan penggalan kata, kata ulang, rentang suatu nilai. Misalnya benda-benda, lauk-pauk dan lain sebaginya.

  1. Tanda Tanya (?)

Tanda Tanya merupakan tanda yang berfungsi untuk melengkapi kalimat tanya. Misalnya : Kapan kamu pulang ?

  1. Tanda seru (!)

Tanda seru merupakan tanda yang berfungsi untuk menegaskan, memberi peringatan bahwa kalimat yang bertanda seru tersebut perlu untuk diperhatikan. Tanda seru dipakai sesudah ungkapan atau pernyataan yang berupa seruan atau perintah yang menggambarkan kesungguhan, ketidakpercayaan atau emosi yang kuat. Misalnya Bersihkan halaman rumah ini sekarang juga !.

  1. Tanda kurung (())

Tanda kurung berfungsi untuk menjelaskan suatu istilah yang belum banyak diketahui oleh khalayak. Misalnya dia sekolah di SMP (Sekolah Menengah Pertama) Budi Utomo.

  1. Tanda garis miring (/)

Tanda garis miringini merupakan tanda yang dipakai dalam penomoran kode surat. Misalnya : No. 71/SK/1987.

  1. Tanda petik (“…”)

Tanda petik adalah tanda yang berfungsi untuk menandai kalimat langsung atau percakapan dalam naskah drama. Misalnya “sudah berangkat ?” tanya Budi.

Cara Menyerap Kata-kata Asing

Dalam perkembangannya bahasa Indonesia menyerap unsur dari berbagai

bahasa lain  baik dari bahsa daerah maupun bahasa asing.

Perbendaharaan bahasa Indonesia diperkaya oleh kata serapan dari berbagai bahasa asing, misalnya dari bahasa Inggris, Jerman, Belanda, Prancis, dan Arab. Kata-kata serapan itu masuk ke dalam bahasa Indonesia melalui empat cara yang lazim ditempuh, yaitu adopsi, adaptasi, penerjemahan, dan kreasi. Cara menyerap kata-kata asing dapat dilakukan sebagai berikut :

  1. Cara adopsi terjadi apabila pemakai bahasa mengambil bentuk dan makna kata asing yang diserap secara keseluruhan. Kata supermarket, plaza, mall, hotdog merupakan contoh cara penyerapan adopsi.
  2. Cara adaptasi terjadi apabila pemakai bahasa hanya mengambil makna kata asing yang diserap dan ejaan atau cara penulisannya disesuaikan ejaan bahasa Indonesia. Kata-kata seperti pluralisasi, akseptabilitas, maksimal, dan kado merupakan contoh kata serapan adaptasi. Kata-kata tersebut mengalami perubahan ejaan dari bahasa asalnya (pluralization dan acceptability dari bahasa Inggris, maksimal dari bahasa Belanda, serta cadeu dari bahasa Prancis). Pedoman pengadaptasiannya adalah Pedoman Penulisan Istilah dan Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan yang dikeluarkan oleh Pusat Bahasa, Departemen Pendidikan Nasional.
  3. Cara Penerjemahan terjadi apabila pemakai bahasa mengambil konsep yang terkandung dalam kata bahasa asing kemudian mencari padanannya dalam bahasa Indonesia. Kata-kata seperti “tumpang-tindih”, “percepatan”, “proyek rintisan”, dan “uji coba” adalah kata-kata yang lahir karena proses penerjemahan dari bahasa Inggris overlap, acceleration, pilot project, dan try out. Penerjemahan istilah asing memiliki beberapa keuntungan. Selain memperkaya kosakata bahasa Indonesia dengan sinonim, istilah hasil terjemahan juga meningkatkan daya ungkap bahasa Indonesia.

Sumber: https://carbomark.org/

About the Author