Peninggalan-Peninggalan Masa Hindu-Budha

Peninggalan-Peninggalan Masa Hindu-Budha

Peninggalan-Peninggalan Masa Hindu-Budha

Peninggalan-Peninggalan Masa Hindu-Budha
Peninggalan-Peninggalan Masa Hindu-Budha
Negara Indonesia banyak menyimpan peninggalan-peninggalan sejarah yang bercorak Hindu-Buddha. Peninggalan  sejarah itu merupakan kekayaan bangsa Indonesia yang harus dijaga karena merupakan bukti perkembangan kehidupan masyarakat di Nusantara. Selain itu dapat juga digunakan sebagai sumber belajar untuk mengembangkan ilmu pengetahuan sehingga dapat menambah Khazanah budaya Indonesia dalam aspek kehidupan manusia.
Peninggalan sejarah bercorak Hindu-Buddha di Nusantara, antara lain sebagai berikut;

a. Bangunan Candi

Candi adalah istilah dalam bahasa Indonesia yang merujuk kepada sebuah bangunan tempat ibadah dari peninggalan masa lampau yang berasal dari peradaban Hindu-Buddha. Digunakan sebagai tempat pemujaan dewa-dewa ataupun memuliakan Buddha. Akan tetapi, istilah candi tidak hanya digunakan oleh masyarakat untuk menyebut tempat ibadah saja, banyak situs-situs purbakala non-religius dari masa Hindu-Buddha atau klasik Indonesia, baik sebagai istana (kraton) pemandian (petirtaan), gapura, dan sebagainya, juga disebut dengan istilah candi.

b. Kitab

Kitap merupakan hasil karangan berupa kisah, catatan, atau laporan tentang suatu peristiwa atau kejadia. Isi kitab tidak berupa kalimat langsung, tetapi berupa puisi dalam sejumlah bait yang disebut kakawin. Misalnya, Kakawin Bharatyudha karya Empu Sedah dan Empu Panuluh, Arjunawiwaha karya Empu Kanwa. Smaradhana karya Empu Dharmaja, Negarakertagama karya Empu Prapanca, Sutasoma dan Pararaton karya Empu Prapanca.

c. Prasasti

Prasasti merupakan tulisan pada batu yang memuat berbagai informasi tentang sejarah, dan peringatan atau catatan suatu peristiwa. Misalnya, Prasasti Kutai, Prasasti Canggal, Prasasti Ciaruteun, Prasasti Talang Tuo, dan Prasasti Kota Kapur.

d. Patung (Arca)

Patung merupakan tiruan bentuk hewan, manusia maupun bentuk-bentuk lain. Patung berupa hewan dibuat karena hewan itu dianggap memiliki kesaktian. Patung berupa manusia dibuat untuk mengabadikan tokoh tertentu dan untuk menggambarkan dewa dewi. Patung (arca) sebagai peninggalan kebudayaan Hindu-Buddha, antara lain; (https://bandarlampungkota.go.id/blog/tabel-sistem-periodik-unsur-kimia-dan-gambar-hd/)
  • Patung Hindu misalnya patung Syiwa Mahadewa, Bhairawa, Wisnu, Ganesha, dll.
  • Patung Buddha, yakni patung peninggalan agama Buddha. Misalnya, Amonghapasa, dan Joko Dolog.

e. Relief

Relief merupakan pahatan atau gambar yang terdapat pada batu atau candi. Misalnya, salah satu relief yang dipahatkan pada dinding Candi Borobudur yang menceritakan kehidupan Buddha Gautama. Relief ini dikenal dengan Karma Wibangga yang dipahatkan dalam salah satu satu dinding Stupa Borobudur. Sedangkan relief di Candi Prambanan menceritakan tentang penculikan Dewi Shinta oleh Rahwana.

About the Author