Pedoman Penyerapan

Table of Contents

Pedoman Penyerapan

Dalam pembentukan istilah lewat penerjemahan perlu diperhatikan pedoman penyerapan sebagai berikut:

  1. Penerjemahan tidak harus berasas satu kata diterjemahkan satu kata.

Misalnya: psychologist              →  ahli psikologi

                             medical practitioner →  dokter

  1. Istilah asing dalam bentuk positif diterjemahkan ke dalam istilah Indonesia bentuk positif, sedangkan istilah dalam bentuk negatif diterjemahkan ke dalam istilah Indonesia bentuk negatif pula.

Misalnya: inorganic       → takorganik

                             bound form    → bentuk terikat

  1. Kelas kata istilah asing dalam penerjemahan sedapat-dapatnya dipertahankan pada istilah terjemahannya.

Misalnya: merger (nomina)          →  gabung usaha

                             transparent (adjektiva) → bening (adjektiva)

  1. Dalam penerjemahan istilah asing dengan bentuk plural, penanda kejamakannya ditinggalkan pada istilah Indonesia.

Misalnya: master of ceremonies → pengatur acara

    charge d’affaires         → kuasa usaha

Kesimpulan

Pada dasarnya masyarakat kita telah memahami penggunaan kaidah tata bahasa Indonesia yang baik dan benar, akan tetapi dalam pelaksanaannya seringkali masyarakat dihadapkan pada situasi dan kondisi berbahasa yang tidak mendukung, maksudnya ialah masyarakat masih enggan untuk mengikuti kaidah tata bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam komunikasinya sehari-hari, masyarakat sering terdikte oleh aturan-aturan tata bahasa yang salah, sehingga bermula dari kesalahan- kesalahan tersebut dapat menjadi kesalahan yang sangat fatal dalam mengikuti aturan-aturan ketata bahasaan yang akhirnya kesalahan tersebut menjadi sebuah kebiasaan dan parahnya lagi hal tersebut menjadi membudaya dan di benarkan penggunaan dalam keseharian, untuk itu sudah menjadi kewajiban kita bersama untuk selalu mengingatkan kepada masyarakan untuk dapat menggunakan kaidah tata bahasa Indonesia yang baik dan benar, karena bagaimanapun bahasa memiliki peran penting dalam proses pembangunan karakter masyarakat dalam bangsa ini.

Baca juga:

About the Author