Macam-Macam Peristiwa Hukum

Macam-Macam Peristiwa Hukum

Macam-Macam Peristiwa Hukum

Dalam hukum dikenal dua macam peristiwa hukum yaitu:

  1. Perbuatan subyek hukum (persoon) yaitu berupa perbuatan manusia atau badan hukum (recht persoon) sebagai pendukung hak dan kewajiban.

Peristiwa hukum karena perbuatan subyek hukum adalah semua perbuatan yang dilakukan manusia atau badan hukum yang dapat menimbulkan akibat hukum. Contoh peristiwa pembuatan surat wasiat dan peristiwa tentang penghibahan barang.

  1. Peristiwa lain yang bukan perbuatan subyek hukum.

Peristiwa hukum yang bukan perbuatan subyek hukum adalah semua peristiwa hukum yang tidak timbul karena perbuatan subyek hukum, akan tetapi apabila terjadi dapat menimbulkan akibat-akibat hukum tertentu. Misal kelahiran seorang bayi, kematian seseorang, dan kadaluarsa (aquisitief yaitu kadaluarsa yang menimbulkan hak dan extinctief yaitu kadaluarsa yang melenyapkan kewajiban).

Macam-Macam Peristiwa Hukum

Dalam pembahasan mengenai peristiwa hukum dikenal dua macam Perbuatan hukum, yakni :

  • perbuatan hukum yang bersegi satu (eenzijdig). adalah setiap perbuatan yang berakibat hukum (rechtsgevolg) dan akibat hukum ditimbulkan oleh kehendak satu subyek hukum, yaitu satu pihak saja (yang telah melakukan perbuatan itu). Misalnya, perbuatan hukum yang disebut dalam pasal 132 KUHPerdata (hak seorang istri untuk melepaskan haknya atas barang yang merupakan kepunyaan suami istri berdua setelah mereka kawin, benda perkawinan), contoh lain adalah yang disebutkan dalam pasal 875 KUHPerdata yaitu perbuatan mengadakan surat wasiat.
  • perbuatan hukum yang bersegi dua (tweezijdig). adalah setiap perbuatan yang akibat hukumnya ditimbulkan oleh kehendak dua subyek hukum, yaitu dua pihak atau lebih. Setiap perbuatan hukum yang bersegi dua merupakan perjanjian (overeenkomst) seperti yang tercantum dalam pasal 1313 KUHPerdata : “Perjanjian itu suatu perbuatan yang menyebabkan satu orang (subyek hukum) atau lebih mengikat dirinya pada seorang (subyek hukum) lain atau lebih”.

Setelah timbul suatu peristiwa hukum akan diikuti oleh timbulnya kelanjutan-kelanjutan. Kelanjutan-kelanjutan seperti ini biasa disebut akibat hukum , namunyang perlu diingat di sini adalah pemakaian istilah akibat hukum sendiri haruslah hati-hati,agar jangan sampai menimbulkan kesan adanya hubungan sebab-akibat dalam norma hukum.

Agar dapat timbul akibat hukum, dibutuhkan berbagai syarat tertentu. Syarat ini kemudiandisebut sebagai dasar hukum.Istilah dasar hukum berbeda dengan dasar peraturan, yangdimengerti sebagai peraturan hukum yang dipakai sebagai kerangka acuan.Hukum sendiri diciptakan dengan tujuan untuk mengatur kehidupan sosial , yangmerupakan jalinan dari berbagai hubungan yang dilakukan antara para anggota masyarakatsatu sama lain. Hubungan-hubungan ini bersifatkepentingan-kepentingan, yang ditujukankepada semua sasaran, mulai dari sasaran yang paling kasar sampai pada sasaran ayng palinghalus. Kepentingan-kepentingan ini kemudian diatur oleh peraturan hukum, yang memuatnorma hukum yang mengandung penilaian serta rumusan yang bersifat hipotesis.

baca jgu :

About the Author