Keren! Tempat Sampah Bantar Gebang Kini Punya Taman Baca

Keren! Tempat Sampah Bantar Gebang Kini Punya Taman Baca

Keren! Tempat Sampah Bantar Gebang Kini Punya Taman Baca

Keren! Tempat Sampah Bantar Gebang Kini Punya Taman Baca
Keren! Tempat Sampah Bantar Gebang Kini Punya Taman Baca

Wilayah Bantar Gebang, Bekasi, kini semakin berkembang.

Tak hanya dikenal sebagai wilayah Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST), Bantar Gebang kini menjadi pusat literasi gerakan budaya membaca. Di sana kini dibuat Taman Baca Jendela Dunia yang berada di dalam Sekolah Dasar Dinamika Indonesia. Letaknya berada di sebelah TPST Bantar Gebang.

Masyarakat bisa menjumpai Taman Baca Jendela Dunia di dekat pos timbang kedua truk sampah area TPST Bantar Gebang, Bekasi. Sekolah Dasar Dinamika Indonesia didirikan sejak tahun 1995 untuk anak-anak kurang mampu dan anak pemulung yang ada di Bantar Gebang, Bekasi. Dengan hadirnya Taman Baca Jendela Dunia di lingkungan Sekolah Dinamika dapat tercipta semangat baru bagi anak-anak untuk terus bersemangat bersekolah dengan menikmati buku-buku berkualitas yang ada.

“Program Taman Baca Jendela Dunia ini merupakan sebuah komitmen kami dari Arya Noble di bidang Pendidikan khususnya untuk membantu program pemerintah dalam peningkatan budaya literasi dan minat baca di Indonesia,” kata Chief Corporate Services Officer Arya Noble, Andreas Bayu Aji, Rabu (4/10).

Menurut Andreas, tingkat literasi di Indonesia masih sangat rendah. Menurut data statistic UNESCO pada tahun 2012 presentasi minat baca Indonesia masih 0,001 persen. Hal itu berarti dari 1.000 penduduk hanya satu orang saja yang memiliki minat baca.

“Kami tidak mau hal ini terus menerus terjadi di Indonesia,

maka dari itu kita buat Taman Baca Jendela Dunia,” ungkapnya.

Di dalam Taman Baca ini bukan hanya buku tetapi juga dibuat program-program yang berkaitan dengan peningkatkan budaya literasi dan minat baca anak. Andreas menjelaskan kemampuan literasi dapat memberdayakan dan meningkatkan kualitas individu, keluarga, masyarakat.

“Kemampuan literasi dapat membantu memberantas buta huruf, menjamin pembangunan berkelanjutan, dan terwujudnya perdamaian,” katanya.

Ketua Yayasan Taman Baca Inovator Yessi Chandra menjelaskan sinergitas antara Arya Noble dan Taman Baca Inovator dalam peluncuran Taman Baca Jendela Dunia diharapkan akan meningkatkan minat baca masyarakat.

Selama ini pihaknya menerapkan Program Membaca Bersama, Belajar Bahasa Inggris

, Lomba Membaca, dan Creativity Day di tiap Taman Baca Inovator yang sudah berdiri.

“Anak-anak menjadi semakin senang untuk membaca sehingga menambah pengetahuan dan kreativitas mereka,” tutur Yessi.

Berdasarkan studi “Most Littered Nation In the World” yang dilakukan oleh Central Connecticut State Univesity pada 2016 lalu, Indonesia menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara terkait minat membaca. Indonesia persis berada di bawah Thailand (59) dan di atas Bostwana (61).

Selain itu, Programme for International Student Assessment (PISA) menyebut budaya literasi masyarakat Indonesia terburuk kedua dari 65 negara yang diteliti di dunia, Indonesia menempati urutan ke-64 dari 65 negara tersebut.

PISA menyebutkan, tidak ada satu siswa pun di Indonesia yang meraih nilai literasi di tingkat kelima. Hanya 0,4 persen siswa yang memiliki kemampuan literasi tingkat empat. Selebihnya di bawah tingkat tiga, bahkan di bawah tingkat satu.

 

Baca Juga :

 

 

About the Author