Jenis-Jenis Antibodi

Jenis-Jenis Antibodi

Jenis-Jenis Antibodi

Jenis-Jenis Antibodi

  1. Immunoglobulin G (IgG)

Imunoglobulin G adalah divalen antigen. Antibodi ini adalah imunoglobulin yang paling sering/banyak ditemukan dalam sumsum tulang belakang, darah, lymfe dan cairan peritoneal. Ia mempunyai waktu paroh biologik selama 23 hari dan merupakan imunitas yang baik (sebagai serum transfer). Ia dapat mengaglutinasi antigen yang tidak larut. IgG adalah satu-satunya imunoglobulin yang dapat melewati plasenta.


Kemampuannya melewati plasenta untuk setiap jenis hewan berturut-turut adalah:

Rodentia>primata>anjing/kucing> manusia=babi=kuda. IgG adalah opsonin yang baik sebagai pagosit pada ikatan IgG reseptor. Imunoglobulin ini merangsang “antigen-dependen cel-mediated cytotoxicity” (ADCC)-IgG Fab untuk mengikat target sel, “Natural Killer”(NK) Fc-reseptor, mengikat Ig Fc, dan sel NK membebaskan citotoksik pada sel target. IgFc juga mengaktifkan komplemen, menetralkan toksin, imobilisasi bakteri dan menghambat serangan virus.


IgG terbentuk 2-3 bulan setelah infeksi, kemudian kadarnya meninggi dalam satu bulan, menurun perlahan-lahan, dan terdapat selama bertahun-tahun dengan kadar yang rendah. IgG beredar dalam tubuh dan banyak terdapat pada darah, sistem getah bening, dan usus. Senyawa ini akan terbawa aliran darahlangsung menuju tempat antigen berada dan menghambatnya begitu terdeteksi.Senyawa ini memiliki efek kuat antibakteri maupun virus, serta menetralkan racun.


IgG  juga mampu menyelinap diantara sel-sel dan menyingkirkanmikroorganisme yang masuk ke dalam sel-sel dan kulit.Karena kemampuan serta ukurannya yang kecil, IgG merupakan satu-satunya antibodi yang dapat dipindahkan melalui plasenta dari ibu hamil ke janin dalam kandungannya untuk melindungi janin dari kemungkinannya infeksi yang menyebabkan kematian bayi sebelum lahir. Selanjutnya immunoglobulin dalam kolostrum (air susu ibu atau ASI yang pertama kalikeluar), memberikan perlindungan kepada bayi terhadap infeksi sampai system kekebalan bayi dapat menghasilkan antibodi sendiri.


  1. Immunoglobulin A (IgA)

Immunoglobulin A atau IgA ditemukan pada bagian-bagian tubuhyang dilapisi oleh selaput lendir, misalnya hidung, mata, paru-paru, dan usus.IgA juga ditemukan di dalam darah dan cairan tubuh lainnya, seperti air mata,air liur, ASI, getah lambung, dan sekresi usus. Antibodi ini melindungi janindalam kandungan dari berbagai penyakit. IgA yang terdapat dalam ASI akanmelindungi sistem pencernaan bayi terhadap mikroba karena tidak terdapatdalam tubuh bayi yang baru lahir.


Fungsi dari IgA ini ialah:

  1. Mencegah kuman patogen menyerang permukaan sel mukosa
  2. Tidak efektif dlam mengikat komplemen
  3. Bersifat bakterisida dengan kondisinya sebagai lysozim yang ada dalam cairan sekretori yang mengandung IgA
  4. Bersifat antiviral dan glutinin yang efektif

  1. Immunoglobulin M (IgM)

Imunoglobulin m ditemukan pada permukaan sel B yang matang. IgM mempunyai waktu paroh biologi 5 hari, mempunyai bentuk pentamer dengan lima valensi. Imunoglobulin ini hanya dibentuk oleh faetus. Peningkatan jumlah IgM mencerminkan adanya infeksi baru atau adanya antigen (imunisasi/vaksinasi).


IgM adalah merupakan aglutinin yang efisien dan merupakan isohem- aglutinin alamiah. IgM sngat efisien dalam mengaktifkan komplemen. IgM dibentuk setelah terbentuk T-independen antigen, dan setelah imunisasi dengan T-dependent antigen.


Antibodi ini terdapat pada darah, getah bening, dan pada permukaan sel-sel B. Pada saat antigen masuk ke dalam tubuh, Immunoglobulin M (IgM)merupakan antibodi pertama yang dihasilkan tubuh untuk melawan antigen tersebut. IgM terbentuk segera setelah terjadi infeksi dan menetap selama 1-3 bulan, kemudian menghilang.Janin dalam rahim mampu memproduksi IgM pada umur kehamilan enam bulan. Jika janin terinfeksi kuman penyakit, produksi IgM janin akan meningkat. IgM banyak terdapat di dalam darah, tetapi dalam keadaan normal tidak ditemukan dalam organ maupun jaringan. Untuk mengetahui apakah janin telah terinfeksi atau tidak, dapat diketahui dari kadar IgM dalam darah.


Baca Juga :

About the Author