FISIK YANG TERBATAS

FISIK YANG TERBATAS

Memiliki keterbatan fisik bukanlah suatu kabar yang baik untuk siapapun yang mengalaminya. Bahkan jika keterbatasannya di dapatkan semenjak lahir sebab cacat atau sebagainya. Tidak hanya untuk yang menderita saja, bahkan juga bagi orang tua serta keluarga. Selain hal tersebut, saat seseorang memiliki keterbatasan, maka dapat dikatakan ini bukan suatu ujian secara fisik akan tetapi juga secara mental.

Apabila seseorang yang memiliki keterbatasan fisik dan tidak memiliki mental yang tahan akan keterbatasan yang dimilikinya, sudah pasti bahwa dia akan mengalami suatu rasa keputus asaan yang sangat mendalam pada hidupnya.

Terlebih apabila dia mengingat bahwa dia memiliki kondisi fisik yang berbeda dari teman-teman yang lain. Khususnya saat dia masih pada usia anak-anak hingga remaja yang biasanya akan mengalami tekanan saat merasa dirinya berbeda.

Walaupun dari banyaknya pengalaman ketika seseorang yang mengalami keterbatasan mental terdapat banyak rintangan yang dihadapi. Apalagi jika sang penderita banyak yang mengalami putus asa, dan pada kenyataannya masih banyak dari mereka yang malah memberikan inspirasi.

Seperti yang datang dari kisah seorang laki-laki yang bernama Rifki. Dengan keterbatasan fisik yang Rifki miliki, ini bukan suatu apa-apa melainkan memang sudah suatu bawaan dari lahir. Dan dapat dibilang bahwa keterbatasannya dapat dibilang cukup parah karena Rifki tidak mempunyai tangan serta kaki.

Akan tetapi terdapat suatu hal yang sangat menarik bahwa tanpa tangan dan kaki tersebut, Rifki mampu menjadi seorang fotografer yang handal serta memang Rifki telah memiliki minat yang sangat tinggi dalam bidang yang satu ini.

Apabila melihat kondisinya, tentu saja seolah seperti sangat tidak memungkinkan seorang Rifki dapat menjadi fotografer. Karena untuk dapat melakukan sekali potret saja apabila dibayangkan pasti akan sangat kuwalahan serta cukup rumit.

Bagaimana tidak rumit, karena untuk dapat melakukan suatu jepretan seseorang membutuhkan tangan untuk dapat menghasilkan suatu gambar yang sempurna, fokus, serta sesuai dengan yang diinginkan.

Sedangkan Rifki yang dari lahir tidak memiliki tangan yang dapat diandalkan untuk melakukan pemotretan ataupun kaki yang dapat menopang tubuhnya selama beraktivitas. Akan tetapi pada kenyataannya hal tersebut bukanlah suatu hambatan yang besar yang dapat menghalanginya meraih mimpi besar yang telah dia idam-idamkan tersebut.

Saat mulai menginjak usia dewasa, Rifki telah mampu mendirikan bisnis fotografi yang sangat berkembang. Karena memang dunia fotografi ini telah ditekuninya sedari lama. Namun, bagaimana Rifki dapat melakukan pemotretan.

Ternyata dalam hal ini sang fotografer hanya memanfaatkan wajahnya untuk mengoperasikan kamera, khususnya untuk mengatur urusan zoom, fokus, serta ISO. Sedangkan untuk dapat mematikan atau menyalakan kamera, dia memanfaatkan bagian mulut.

Hal demikian pula yang dimanfaatkan oleh Rifki dalam mengoperasikan kamera ini yang tidak lain adalah memanfaatkan kulit lebih pada bagian tangan yang difungsikan untuk menekan tombol shutter.

Hingga akhirnya nama Rifki yang telah sukses menghasilkan gambar-gambar bagus yang tentunya banyak dikenal oleh banyak orang. Bahkan Rifki pernah menjadi sorotan media dengan kesuksesan yang dimiliki walaupun dengan keterbatasan fisik yang tinggi.

Di saat seseorang yang memiliki kisah menarik seperti ini banyak di liput media, Rifki mengatakan bahwa sesungguhnya dia tidak ingin terlalu banyak orang yang memikirkan tentangnya. Sebenarnya yang Rifki harapkan sejauh ini hanyalah banyak orang di luar sana yang melihat kretaivitasnya yang telah dihasilkan.

Kisah Rifki dengan tekadnya yang begitu kuat, mental, serta fisik sudah barang tentu memberikan banyak pelajaran yang sangat berharga bagi siapapun.

Seseorang yang datang terlahir dengan keterbatasan fisik saja dapat mewujudkan cita-citanya serta sukses saat dia masih dewasa dengan semangat serta niat yang kuat. Sebab perjuangan yang dihadapinya tentu lebih berat dibandingkan dengan manusia yang memiliki fisik yang sempurna.

Baca Juga :

About the Author