Fakta Virus Corona yang Harus Dipahami, Bebas Hoax!

Fakta Virus Corona yang Harus Dipahami, Bebas Hoax!

Pemberitaan tentang virus Corona (COVID-19) yang begitu masif menimbulkan sejumlah spekulasi mengenai keberadaan virus tersebut dan dampaknya bagi manusia. Banyak masyarakat yang akhirnya dibuat bingung bercampur rasa khawatir. Nah, tersebut ini ada sejumlah fakta virus Corona yang perlu Anda pahami supaya tidak makin lama kebingungan lebih-lebih panik.

Fakta Virus Corona (COVID-19) yang Harus Dipahami
Mengingat banyaknya kesalahpahaman yang berjalan di masyarakat, tersebut ini adalah fakta virus Corona (COVID-19) yang perlu Anda ketahui dan pahami, sebagaimana dilansir berasal dari website resmi Badan Kesehatan Dunia atau WHO.

1. Alat Pengukur Suhu Tidak Bisa Mendeteksi Virus Corona (COVID-19)
Fakta virus Corona yang pertama adalah bahwa virus yang pertama kali teridentifikasi di kota Wuhan, Provinsi Hubei, Cina ini tidak mampu dideteksi mengfungsikan alat pengukur suhu tubuh (thermal scanner) seperti yang dipercaya oleh sejumlah kalangan.

Alih-alih mendeteksi keberadaan virus, thermal scanner hanya berguna untuk mendeteksi apakah suhu tubuh seseorang berada di kisaran normal atau justru di atas suhu tubuh normal.

Dengan kata lain, alat ini sifatnya hanya sebagai medium deteksi awal infeksi virus Corona sebab mereka yang terjangkit virus tersebut biasanya mengalami tanda-tanda demam.

2. Orang Sehat Tidak Perlu memakai Masker
Masker adalah salah satu alat yang selagi ini banyak dicari oleh masyarakat. Tujuannya tak lain sebagai langkah pemberian diri terhadap serangan virus Corona (COVID-19).

Faktanya, orang yang sehat tidak perlu mengenakan masker. Menurut WHO, masker hanya digunakan kecuali orang tersebut tengah sakit dan mengalami gejala-gejala yang menjurus terhadap infeksi Corona, atau tengah berada di lebih kurang orang yang tengah terserang penyakit.

Selain itu, pemakaian masker termasuk tidak akan efektif bila tidak dibarengi dengan sejumlah kegiatan lainnya seperti membersihkan tangan dengan sabun atau cairan antiseptik dan mengkonsumsi vitamin C.

3. Pengering Tangan Tidak Dapat Membunuh Virus Corona
Ada analisis kecuali pengering tangan (hand-dryer) mampu membunuh virus COVID-19, benarkah demikian?

Faktanya, alat tersebut tidak mampu membunuh virus tersebut. Alih-alih mengfungsikan pengering tangan, WHO menganjurkan Anda untuk rajin membersihkan tangan dengan sabun maupun cairan antiseptik sebagai langkah untuk menghilangkan serangan COVID-19.

4. Alkohol dan Klorin yang Disemprotkan ke Tubuh Tidak Dapat Membunuh Virus Corona
Apabila virus telah masuk ke di dalam tubuh, menyemprotkan cairan mengandung alkohol atau klorin tidak sesudah itu membuat tipe virus Corona yang satu ini mati.

Sebaliknya, bahan-bahan kimia tersebut bila tidak digunakan secara benar justru mampu menimbulkan masalah bila masuk ke di dalam mulut atau tentang mata. Bahan-bahan ini termasuk mampu saja menyebabkan kerusakan pakaian yang tengah dikenakan.

Alkohol seperti yang terdapat di dalam hand sanitizer sebenarnya mampu membunuh virus dan bakteri, tapi hanya yang berada di anggota luar tubuh. Perlu diketahui termasuk bahwa alkohol yang efektif membunuh kuman adalah alkohol dengan persentase 75% lebih. Jika persentase alkohol di bawah angka tersebut, maka efektivitasnya termasuk akan menurun.

5. cahaya UV Tidak Dapat Membunuh Virus Corona
Sama seperti alkohol dan klorin, cahaya ultraviolet (UV) termasuk tidak mampu mematikan COVID-19 seperti yang banyak orang kira (mungkin termasuk Anda salah satunya).

WHO tidak menganjurkan Anda untuk mengfungsikan langkah ini untuk mensterilisasi tangan maupun daerah tubuh lainnya. Pasalnya, paparan cahaya UV tersebut justru mampu membuat iritasi terhadap kulit.

6. Menerima Paket berasal dari Cina Aman
Fakta virus Corona lainnya yang perlu Anda ketahui dan pahami adalah tentang analisis bahwa barang-barang yang dikirim berasal dari negara terdampak virus ini seperti Cina telah terkontaminasi virus dan berbahaya.

Tidak, barang-barang yang dikirim berasal dari Cina—maupun negara terdampak Corona lainnya—hampir mampu dipastikan tidak mengandung virus COVID-19. Pasalnya, penelitian membuktikan kecuali virus ini tidak mampu hidup berlama-lama di objek-objek seperti kardus, kertas, dan benda mati lainnya.

7. Hewan Peliharaan Belum Tentu Dapat Menularkan Virus Corona
Anda yang miliki hewan peliharaan di tempat tinggal termasuk barangkali kini tengah mulai khawatir hewan-hewan tersebut mampu menularkan virus Corona.

Faktanya, belum ada bukti konkret apakah hewan peliharaan seperti anjing dan kucing mampu terjangkit virus ini dan menularkannya terhadap manusia.

Kendati demikian, Anda disarankan untuk selalu rajin bersihkan tangan dengan sabun atau cairan antiseptik setiap kali habis bersentuhan dengan hewan peliharaan.

8. Membersihkan Hidung dengan Saline Belum Tentu Dapat Mencegah Virus Corona
Membersihkan hidung dengan saline tidak mampu menghambat tertular virus COVID-19 adalah fakta virus Corona setelah itu yang perlu Anda ketahui dan pahami.

Memang, ada sejumlah penelitian yang mengklaim kecuali saline mampu membuat sistem pengobatan penyakit demam berjalan lebih efektif. Akan tetapi, belum ada penelitian yang terlampau mengonfirmasi tentang pengaruh bahan kimia tersebut terhadap infeksi saluran pernapasan oleh virus Corona.

9. Vaksin Pneumonia Tidak Dapat Mencegah Virus Corona
Mitos virus Corona lainnya yang termasuk beredar adalah bahwa vaksin untuk penyakit pneumonia—atau radang paru-paru—juga mampu digunakan untuk memproteksi diri berasal dari serangan virus COVID-19.

Hal ini tidak benar. Fakta virus Corona yang dirilis oleh WHO mengatakan kecuali vaksin pneumonia seperti pneumococcal dan Haemophilus influenza tipe B tidak mampu menghilangkan virus Corona. Pasalnya, virus ini tergolong baru yang tentunya tidak sama karakteristik dengan virus pneumonia.

Vaksin COVID-19 pun sampai selagi ini tetap di dalam tahap pengembangan oleh para ilmuwan. Diharapkan vaksin mampu segera digunakan.

10. Bawang Putih Tidak Dapat Mencegah Virus Corona
Menggunakan bawang putih untuk menghambat virus Corona jadi mitos virus Corona yang termasuk sempat mencuat ke publik.

Memang, bawang putih mengandung sejumlah zat bersifat antibakteri. Akan tetapi, belum mampu dipastikan kecuali bahan makanan yang satu ini mampu menanggulangi infeksi virus COVID-19.

11. Minyak Wijen Tidak Dapat Mencegah Virus Corona
Serupa dengan bawang putih, bahan alami lainnya yang termasuk dipercaya mampu mematikan virus Corona adalah minyak wijen.

Lagi-lagi, fakta virus Corona mengatakan bahwa bahan alami tersebut termasuk tidak mampu dibilang sebagai ‘pembunuh’ virus COVID-19. Pasalnya, belum ada satu pun penelitian yang mampu membuktikan mitos virus Corona yang satu ini.

12. Virus Corona Bisa Menyerang Semua Umur
Virus Corona Covid-19 mampu menyerang semua grup umur, berasal dari yang tetap berusia muda sampai usia lanjut.

Akan tetapi, lansia yang di awalnya termasuk miliki riwayat penyakit seperti diabetes, asma, sampai jantung lebih berisiko untuk mengalami infeksi yang terbilang parah. Hal ini mengenai dengan termasuk melemahnya sistem kekebalan tubuh.

Meskipun demikian, WHO selalu menganjurkan semua grup usia untuk selalu menjaga kesegaran dengan langkah menjaga kebersihan tubuh seperti rajin membersihkan tangan.

13. Antibiotik Tidak Bisa Mengobati Infeksi Virus Corona
Corona adalah tipe virus, sedangkan antibiotik adalah obat yang diformulasikan khusus untuk menanggulangi infeksi yang disebabkan oleh bakteri.

Dengan kata lain, obat antibiotik tipe apa-pun tidak mampu difungsikan untuk mengobati infeksi virus COVID-19.

Akan tetapi, dokter mampu saja menambahkan antibiotik sepanjang masa pengobatan infeksi Corona. Pasalnya, infeksi virus ini barangkali termasuk diiringi oleh infeksi bakteri.

14. Belum Ada Obat yang Benar-Benar Bisa Menangani Virus Corona
Hingga selagi ini, belum ada obat yang terlampau mampu mengobati infeksi virus Corona tipe COVID-19.

Pengobatan yang ditunaikan selagi ini tetap semata-mata pengobatan yang mirip terhadap masalah penyakit flu biasa maupun pneumonia.

Artikel Lainnya : teknik dasar sepak bola

Baca Juga :

About the Author