Sistem Bilangan Desimal

Sistem Bilangan Desimal

Sistem Bilangan Desimal Sistem bilangan desimal/persepuluhan adalah sistem bilangan yang menggunakan 10 macam angka dari 0,1, sampai 9. Setelah angka 9, angka berikutnya adalah 1 0, 1 1, dan seterusnya (posisi di angka 9 diganti dengan angka 0, 1, 2, .. 9 lagi, tetapi angka di depannya dinaikkan menjadi 1). sistem bilangan desimal ditemukan oleh Al-Kashi,ilmuwan persia Sistem bilangan desimal […]

Contoh-contoh Konversi Bilangan

Contoh-contoh Konversi Bilangan

Contoh-contoh Konversi Bilangan Sistem Bilangan Binari Sistem bilangan biner atau sistem bilangan basis dua adalah sebuah sistem penulisan angka dengan menggunakan dua simbol yaitu 0 dan 1. Sistem bilangan biner modern ditemukan oleh Gottfried Wilhelm Leibniz pada abad ke-17. Sistem bilangan ini merupakan dasar dari semua sistem bilangan berbasis digital. Dari sistem biner, kita dapat mengkonversinya ke sistem bilangan Oktal […]

Perbandingan Ekonomi Islam dengan Ekonomi Konvensional

Perbandingan Ekonomi Islam dengan Ekonomi Konvensional

Perbandingan Ekonomi Islam dengan Ekonomi Konvensional Terdapat perbedaan paradigma yang mendasari ekonomi konvensional dan paradigma yang mendasari ekonomi Islam. Keduanya tidak mungkin dan tidak akan pernah mungkin untuk di kompromikan, karena masing-masingnya didasarkan atas pandangan dunia yang berbeda. Ekonomi konvensional melihat ilmu sebagai sesuatu yang sekuler ( berorientasi hanya pada kehidupan duniawi-kini dan disini), dan sama sekali tidak memasukkan Tuhan serta […]

Peran Akhlak dalam Perekonomian

Peran Akhlak dalam Perekonomian

Peran Akhlak dalam Perekonomian Sekarang kita telah memiliki landasan teori yang kuat, serta prinsip-prinsip sistem ekonomi Islami yang mantap. Namun dua hal ini belum cukup karena teori dan system menuntut adanya manusia yang menerapkan nilai-nilai yang terkandung dalam teori dan system tersebut. Dengan kata lain harus ada manusia yang berprilaku, berakhlak secara professional ( Ihsan dan Itqon ) dalam bidang ekonomi. Baik […]

Reasuransi proporsional

Reasuransi proporsional

Reasuransi proporsional Pembagian risiko antara ceding company dengan reasuradur dilakukan secara  proporsional berdasarkan jumlah retensi yang telah ditetapkan. Retensi adalah jumlah maksimum risiko yang ditahan atau ditanggung oleh ceding company. c)Reasuransi nonproporsional      Bentuk ini memberikan kemungkinan bagi reasuradur untuk tidak membayar klaim atau membayar klaim terbatas jumlah yang ada dalam treaty. Treaty dalam mekanisme reasuransi adalah pertanggungan yang dilakukan berdasarkan ketentuan-ketentuan […]

Reasuransi (reinsurance)

Reasuransi (reinsurance)

Reasuransi (reinsurance) Reasuransi adalah pertanggungan ulang atau pertanggungan yang dipertanggungkan atau asuransi dari asuransi. Reansurasi adalah suatu system penyebaran risiko dimana penanggung menyebarkan seluruh atau sebagian dari pertanggungan yang ditutupnya kepada penanggung yang lain. Pihak tertanggung biasa disebut sebagai ceding company dan yang menjadi penanggung adalah reasuradur. Dalam menjalankan usahanya, ada kemungkinan perusahaan asuransi menanggung risiko yang lebih besar dari kemampuanfinansialnya. […]

Asuransi jiwa (life insurance)

Asuransi jiwa (life insurance)

Asuransi jiwa (life insurance) Adalah suatu jasa yang diberikan oleh perusahaan asuransi dalam penanggulangan risiko yang dikaitkan dengan jiwa atau meninggalnya seseorang yang dipertanggungkan. Asuransi jiwa memberikan: a)Dukungan bagi pihak yang selamat dari suatu kecelakaan. b)Santunan bagi tertanggung yang meninggal c)Bantuan untuk menghindari kerugian yang disebabkan oleh meninggalnya orang kunci d)Penghimpunan dana untuk persiapan pension Ruang lingkup usaha asuransi jiwa dapat […]

Ciri-ciri Myxomycetes (jamur lendir seluler) adalah

Ciri-ciri Myxomycetes (jamur lendir seluler) adalah

Ciri-ciri Myxomycetes (jamur lendir seluler) adalah ü Memiliki tubuh yang tidak bersekat ü Ada yang bersel 1 (uniseluler) dan ada juga yang bersel banyak (multiseluler) ü Struktur tubuh vegetatifnya yang terbentuk seperti lendir yang disebut plasmodium dan mengandung banyak sekali inti. ü Bergerak secara amoeboid untuk memperoleh makanan berupa   bahan organik. ü Jika plasmodium sudah dewasa akan membentuk sporangium yang sangat kecil bertangkai dan berisi banyak spora. ü Reproduksi generative dengan cara singami, yaitu melalui peleburan 2 gamet bentuk dan ukurannya sama. Hasilnya berupa zigot yang nantinya tumbuh menjadi tumbuhan dewasa. ü Terdapat banyak di hutan basah, batang kayu yang membusuk, tanah lembab, sampah basah dan kayu lapuk ü Merupakan predator fagosit ü Dapat menelan bakteri, hama, spora dan komponen organis Jadi,ciri Myxomycota yang menyerupai jamur ialah pada waktu stadium badan buah, sedangkan stadium vegetatifnya mirip protozoa (ameboid). Stadium miselium (pada waktu berbentuk badan buah) dan stadium vegetatifnya pada dasarnya memiliki struktur yang sama, yaitu senositik dan menunjukkan aliran sitoplasma pada stadium miselium ini dibatasi oleh dinding badan buah. Perkembangbiakan jamur ini dimulai dari sel vegetatif haploid hasil perkecambahan spora. Sel tersebut setelah menggandakan diri akan mengadakan plasmogami dan kariogami yang menghasilkan sel diploid. Sel diploid yang berkembang menjadi plasmodium merupakan sel yang multinukleat tetapi uniseluler, selanjutnya membentuk badan buah yang berbentuk sporangium. Sporangium tersebut menghasilkan spora haploid. Sumber : https://deevalemon.co.id/

Perlawanan rakyat Aceh (1873-1904)

Perlawanan rakyat Aceh (1873-1904)

Perlawanan rakyat Aceh (1873-1904) Aceh merupakan salah satu kerajaan di Indonesia yang kuat dan masih tetap bertahan hinga abad ke-19. berdasarkan Traktat London tahun 1824 bangsa Inggris dan Belanda yang sudah pernah berkuasa di Indonesia harus saling sepakat untuk menghormati keberadaan kerajaan Aceh. Berdasarkan Perjanjian (Taktat) Sumatera tahun 1871 atau yang lebih dikenal dengan Traktat London ke-3, pihak Inggris melepas […]

Sistematika Penulisan Bahan Ajar

Sistematika Penulisan Bahan Ajar

Sistematika Penulisan Bahan Ajar Ada beberapa prinsip yang perlu diperhatikan dalam penyusunan bahan ajar atau materi pembelajaran. Prinsip-prinsip dalam pemilihan materi pembelajaran meliputi prinsip relevansi, konsistensi, dan kecukupan (Panen dan Purwanto, 1997). Prinsip relevansi artinya keterkaitan. Materi pembelajaran hendaknya relevan atau ada kaitannya dengan pencapaian standar kompetensi dan kompetensi dasar. Misalnya, jika kompetensi yang diharapkan dikuasai siswa berupa menghafal fakta, maka […]