Anlisis Penulis

 Anlisis Penulis

Secara ‘ilmiah metode hisab Annazir mempunyai metode yang hampir serupa dengan keilmuan astronomi,  yaitu pengetahuan tentang fase-fase bulan dan melihat pasang surut air laut.  Secara ilmiah fase-fase bulan ada delapan yang selalu berkaitan dengan penentuan awal bulan kamariyah. Dan mengenai pasang surut air laut,  dalam ilmu astronomi dijelaskan bahwa air laut akan mengalami pasang maksimal ketika bulan penuh (purnama) dan bulan baru (new moon).  Hal ini persis dengan konsep jama’ah An-nazir  yang menyatakan bahwa bulan baru bisa dinyatakan dengan melihat pasang maksimal air laut. Dengan artian tidak mempedulikan hilal dapat dilihat ataupun tidak, ini membuktikan aliran ini semata-mata berpegangan pada astronomi murni. Karena dalam astronomi pergantian bulan semata-mata disebabkan adanya ijtimak.

Menurut pendapat penulis sebenarnya hal tersebut bisa membuat kita untuk mencoba mengambil hal positif dari metode yang dimiliki oleh Annazir,  dan sesuai dengan pendapat yang diajukan oleh MUI bahwa kita tidak boleh terus menerus mengatakan Jama’ah Annazir sebagai aliran sesat,  mereka tidak sepenuhnya menyimpang,  mereka masih bisa kita ambil hal positifnya.  Dan sebaliknya sebagai umat beragama yang mempunyai pedoman masing-masing,  kita tidak boleh sembarangan menerima opini orang tentang suatu hukum syari’ah.

Sebenarnya pedoman hisab rukyah an-Nadir dalam menentukan awal bulan khususnya ketika bulan Ramadlan adalah aliran ijtimak dalam artian penentuannya menggunakan pemantauan terhadap ijtimaknya dua benda langit, matahari dan bulan, namun obyek yang mereka jadikan acuan tidak melihat bulan melainkan melihat pasang surutnya air laut. Di mana pasang surutnya air laut dapat menentukan kapan terjadinya ijtimak.

Sumber :

https://finbarroreilly.com/

About the Author