SLB Bundaku Butuh Ruang Belajar

SLB Bundaku Butuh Ruang Belajar

SLB Bundaku Butuh Ruang Belajar

SLB Bundaku Butuh Ruang Belajar
SLB Bundaku Butuh Ruang Belajar

 Pascaambruknya atap Sekolah Luar Biasa (SLB) C Bundaku 24 September lalu,

mereka kesulitan melaksanakan aktivitas belajar mengajar.

Kondisi itu ditambah belum adanya lokasi belajar sementara untuk 15 siswanya mulai dari TK hingga SMA ini.

Selama ini mereka juga bestatus mengontrak di gedung yang ambruk Jalan Anggur Blok D 24 nomor 23-24, Wisma Asri, Kelurahan Telukpucung, Kecamatan Bekasi Utara.

”Kemarin perjanjiannya kita sudah diperbolehkan untuk menggunakan gedung RW, terus sepekan terkahir itu saya ajukan permohonan pinjam tempat sampai akhir tahun ajaran ini,” terang Kepala sekolah, Anggraeni Puspa Sari melalui sambungan telepon, Minggu (13/10).

Setelah membuat surat dan berbekal persetujuan pemerintah setempat, staff sekolah bergerak cepat untuk membuat sekat ruang kelas di Fasos Fasum tersebut, Sabtu (12/10).

Anggraeni menyebut bahwa pada malam hari setelah sekat dipasang

, salah satu oknum diwilayah setempat membongkar sekat yang seharusnya digunakan untuk ruang kelas.

Lepas kejadian tersebut, Ia bersama dengan pihak sekolah memutuskan untuk kembali memanfaatkan ruang kelas yang ada di sekolah. Ia akan tetap memanfaatkan ruang yang ada disekolah sampai persoalan yang menyebabkan sekat ruang kelas dibongkar benar-benar selesai. Sehingga tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar maupun mental siswa kemudian hari.

”Kesepakatan dari pihak sekolah gausah, kita belajar di gedung lama saja lagi, biar nanti semuanya selesai dulu, nanti kebijakannya seperti apa,” lanjut kepala sekolah yang akrab disapa Reni.

Terpisah, Lurah Telukpucung, Mohammad Arif Rahman membenarkan adanya pembongkaran sekat ruang kelas yang sudah dibuat.

Sebelumnya disepakati untuk dipinjampakaikan kantor Sekretariat RW11

, Kelurahan Telukpucung. Mendengar kabar tersebut, pria yang akrab disapa AR ini segera menggelar musyawarah dengan RT, RW, tokoh masyarakat, dan tiga pilar membahas persoalan tersebut.

”Tadi pagi saya musyawarah ke Ketua RW, Tomas, dan tiga pilar , dan benar semalam sekat-sekat yang buat kelas anak anak SLB dibongkar. Namun besok Senin (hari ini) pak camat mau ke TKP dan langsung ambil sikap. Kami janjian besok di TKP selesai apel pagi di Pemkot,” katanya melalui pesan singkat.

 

Sumber :

https://www.caramudahbelajarbahasainggris.net/

About the Author