Mengenal Lebih Dekat Mesin Sensor Konten Negatif Kemkominfo

Mengenal Lebih Dekat Mesin Sensor Konten Negatif Kemkominfo

Mengenal Lebih Dekat Mesin Sensor Konten Negatif Kemkominfo

Mengenal Lebih Dekat Mesin Sensor Konten Negatif Kemkominfo
Mengenal Lebih Dekat Mesin Sensor Konten Negatif Kemkominfo

mendatang demi menghadirkan internet yang bersih dan sehat untuk masyarakat Indonesia.

Keseriusan pemerintah untuk memberantas konten negatif tersebut patut mendapat apresiasi, mengingat saat ini jumlah situs website penyedia konten dewasa tersebut sangatlah banyak jumlahnya.

Menurut data yang di keluarkan oleh kementrian komunikasi dan informasi saat ini setidaknya ada sekitar 28- 30 juta situs website yang bermuatan konten negatif. Dari total jumlah tersebut baru sekitar 800 ribuan yang di blokir pemerintah, mengingat sistem pemblokiran yang masih menggunakan cara manual.
Muat Lebih

Makin Mudah, Kirim DM Instagram Kini Bisa Lewat DesktopArti PO Saat Belanja di Online

ShopBeberapa Istilah Populer di WhatsApp yang Harus Kalian Tahu

Baca Juga : Makin Canggih, Nantinya Untuk Login Komputer Bisa Menggunakan Password Detak Jantung

Oleh karena itu, di harapkan mesin sensor konten negatif kemkominfo ini bisa menjadi senjata pamungkas untuk memblokir serbuan situs plus-plus tersebut.

Lalu, bagaimana cara kerja sistem mesin sensor konten negatif kemkominfo yang di namakan mesin AIS (alat pengais) ini ?. Menurut penjelasan dari Kementrian Komunkasi Dan informasi melalui Direktur Jenderal Aplikasi dan Informatika (Aptika) Kemkominfo Semuel Abrijani Pangerapan menjelaskan, mesin pengais konten negatif ini bekerja dengan sistem crawling, yaitu menjelajahi semuan konten yang ada di internet sesuai dengan kriteria, dork atau kata kunci yang di terapkan.

Setelah mendapatkan hasil crawling tersebut, data yang di peroleh berupa domain, sub-domain

, dan URL akan disimpan dan selanjutnya dilakukan analisa lebih mendalam dengan metode tertentu. Selajutnya output tersebut akan di verifikasi dan di validasi apakah masuk kriteria sebagai situs dengan konten negatif atau bukan, jika memang mengandung unsur negatif maka selanjutnya akan di lakukan pemblokiran terhadap situs di maksud.

 

Baca Juga :

About the Author