Bantu Penderita ALS, Mahasiswa Universitas Brawijaya Kembangkan E-FALS

Bantu Penderita ALS, Mahasiswa Universitas Brawijaya Kembangkan E-FALS

Bantu Penderita ALS, Mahasiswa Universitas Brawijaya Kembangkan E-FALS

Bantu Penderita ALS, Mahasiswa Universitas Brawijaya Kembangkan E-FALS
Bantu Penderita ALS, Mahasiswa Universitas Brawijaya Kembangkan E-FALS

Tiga mahasiswa angkatan 2016 Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya (FILKOM-UB),

Malang, Jawa Timur berhasil meciptakan alat bantu komunikasi bagi penderita Amyotrophic Lateral Sclerosis (ALS). Mereka adalah Axel Elcana Duncan (PS. Teknik Komputer), Muhajir Ikhsanushabri (PS. Teknik Komputer) dan Rachmalia Dewi (PS. Teknik Informatika).

ALS merupakan penyakit saraf degeneratif yang mengakibatkan semua gerakan refleks atau spontan pada otot mengalami kelumpuhan progresif. ALS umumnya ditandai dengan adanya degenerasi atau kemunduran secara bertahap yang menghasilkan kematian sel-sel saraf di otak dan sumsum tulang belakang.

Kemunduran pada penderita ALS ini dapat menyebabkan kehilangan kendali pada otot.

Serta mengalami kelumpuhan sehingga otot penderita tidak mampu untuk menggerakkan bibir dalam melakukan komunikasi secara langsung.

Mengingat komunikasi adalah kebutuhan setiap orang termasuk penderita ALS, maka untuk itulah E-FALS dibuat. E-FALS dibuat menyerupai kacamata dan memanfaatkan sistem Electrooculography (EOG) agar dapat membaca pergerakan bola mata dan mengenali karakter yang ditulis dari pergerakan tersebut.
lazy_placeholder

E-FALS, alat bantu komunikasi bagi penderita Amyotrophic Lateral Sclerosis (ALS) karya mahasiswa

Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur. (foto: ub.ac.id)

Hasil dari sistem ini dapat berupa tulisan yang ingin disampaikan oleh penderita ALS untuk kemudian dikirimkan ke aplikasi E-FALS di android pengguna lain. Selain itu, E-FALS juga memiliki dua fitur unggulan lain.

Pertama, fitur tambahan untuk memudahkan penderita ALS dalam mengirimkan pesan darurat ke rumah sakit tertentu dalam jaringan E-FALS. Kedua, fitur untuk mengetahui perkembangan dari otot mata penderita ALS secara berkala melalui grafik. Grafik itu menunjukkan peningkatan atau penurunan kerja otot pada mata penderita ALS.

Harga terjangkau

“Sebetulnya alat serupa sudah ada tapi harganya sangat mahal. Dengan E-FALS ini bisa lebih terjangkau harganya sehingga harapannya bisa dimanfaatkan oleh penderita ALS secara lebih meluas,” jelas Axel.

 

Baca Juga :

 

 

About the Author