Perjuangan demi Satu Hadis

Perjuangan demi Satu Hadis

Katsir bin Qais r.a meriwayatkan, “Ketika aku sedang duduk bersama dengan Abu Darda r.a di dalam sebuah masjid di Damsyik, seorang laki-laki menghampirinya seraya berkata, ‘Wahai Abu Darda’, aku singgah berasal dari Medinah untuk mempelajari satu hadis darimu sebab aku diberi memahami bahwa engkau adalah orang yang mendengar segera berasal dari Rasulullah saw.’

Abu Darda r.a. bertanya, ‘Apakah anda membawa obyek lain ke Damsyik?’

‘Tidak,’ jawab orang tersebut.

Abu Darda r.a. kembali bertanya, ‘Apa anda percaya tidak membawa obyek lain tak sekedar itu untuk pergi ke Damsyik?’

‘Aku singgah ke tempat ini semata-mata untuk mempelajari hadis ini,’ jawabnya.

Abu Darda r.a. berkata, ‘Dengarlah, aku sudah mendengar berasal dari Rasulullah bahwa beliau bersabda, “Allah akan memudahkan jalan ke surga kepada seseorang yang berjatan beberapajouh untuk mencari ilmupengetahuan. Para Malaikat pun akan menghamparkan sayap-sayap mereka di bawah kakinya dan semua makhluk yang berada di langit dan bumi akan mendoakan supaya dia meraih ampunan. Kelebihan seseorang yang berpengetahuan daripada seorang yang cuma beribadah adalah layaknya berlebihan bulan berasal dari bintang-bintang. Para ulama adalah pewaris RasuluHah dan warisan Rasuluilah bukanlah dinar ataupun dirham, namun Hmu pengetahuan. Barangsiapa mengambHnya, berarti ia sudah meraih kekayaan yang tak ternilai banyaknya.'” (HR Ibnu Majah)

Sya’bi r.a adalah seorang muhaddits yang tenar berasal dari Kuffah. Suatu ketika ia meriwayatkan suatu hadis kepada salah seorang muridnya. la berkata, “Sekarang bersama dengan duduk di tempat tinggal kalian sendiri, kalian dapat mendengarkan dan mempelajari hadis. Padahal, dulu untuk mempelajarinya, mereka yang berasal berasal dari berbagai penjuru dunia berdatangan ke Medinah sebab waktu itu Medinah adalah tempat untuk belajar.”

Sa’id bin Al-Musayyab r.a pun melaksanakan hal yang sama. la adalah tabiin yang termasyhur. Ia berkata, “Untuk mempelajari satu hadis saja, terpaksa aku mengembara bersama dengan berjalan kaki selama lebih dari satu hari.”

Subhanallah, mereka adalah ulama-ulama yang bersungguh-sungguh mengorbankan harta dan jiwa mereka untuk memperdalam ilmu Allah. Sudah dapat dipastikan bahwa mereka sudah merasakan faedah yang begitu besar berasal dari ilmu tersebut.

Baca Juga :

About the Author