Pendidikan Jarak Jauh Harus Perhatikan Kesiapan Dosen

Pendidikan Jarak Jauh Harus Perhatikan Kesiapan Dosen

Pendidikan Jarak Jauh Harus Perhatikan Kesiapan Dosen

 

Pendidikan Jarak Jauh Harus Perhatikan Kesiapan Dosen
Pendidikan Jarak Jauh Harus Perhatikan Kesiapan Dosen

 

Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) akan segera mengeluarkan regulasi

pendidikan jarak jauh (PJJ) pada Oktober 2018 ini. Dirjen Sumber Daya Iptek dan Pendidikan Tinggi (SDID), Ali Ghufron, mengatakan, penyelenggaraan PJJ akan selalu mengedepankan mutu dan kualitas pendidikan.

PJJ bukan berarti hanya mempelajari modul kuliah secara daring tapi sistem pembelajaran dirancang dengan tidak mengurangi pembelajaran tatap muka.

“Kuliah daring ini bukan hanya bagaimana upload materi. Jangan salah persepsi, ini sangat berbeda. Misalnya, membahas tentang gerhana bulan. Pada kuliah daring ini dijelaskan bagaimana awalnya bulan ketutupan sinar matahari yang desain secara virtual sehingga kualitasnya tetap terjaga,” kata Gufron kepada SP pada acara Dies Natalis ke-4 Institut Teknologi Sumatera (Itera), yang diselenggarakan di kampus Itera, Lampung, Sabtu (6/10).

Untuk itu, Ghufron mengatakan, pemerintah mendorong para dosen untuk memahami bagaimana menjalankan

kampus siber di Indonesia. Akan ada berbagai pelatihan untuk meningkatkan mutu dosen karena mereka tetap memiliki peran penting. Untuk itu, para dosen harus melek perubahan teknologi.

“Ini tetap diperhatikan kesiapan dosen. Nanti ada pelatihan-pelatihan karena dosen-dosen usia tua agak kesulitan dengan perubahan teknologi,” ujar Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (UGM) itu.

Sementara itu, Rektor Itera, Ofyar Z Tamin, mengatakan, sesuai dengan perubahan teknologi, Itera akan terus berusaha meningkatkan kualitas. Salah satunya adalah menyiapkan sistem pembelajaran yang sesuai dengan perubahan teknologi. Itera pun bersedia menjalankan PJJ.

Dijelaskan Ofyar, sistem PJJ yang akan dijalankan oleh Itera sangat didukung oleh sumber daya manusia Itera.

Pasalnya, Itera memiliki dosen dan tenaga pendidikan yang usianya masih muda sehingga sangat akrab dan mudah beralih untuk menjalankan pendidikan berbasis daring.

“Saat ini, Itera sudah menjalankan pendidikan berbasis online. Bahkan, Itera menjalin kerja sama dengan Universitas Terbuka (UT) sehingga mata kuliah dasar umum (MKDU, red) seperti pendidikan Pancasila dan Bahasa Indonesia tidak perlu diajarkan di sini. Para mahasiswa akan menjalankan secara PJJ,” kata Ofyar.

Ia menambahkan, Itera memang belum melaksanakan PJJ sepenuhnya tapi telah menjalankan smart class, yakni pendidikan yang mengedepankan teknologi. Untuk melaksanakan PJJ secara keseluruhan, Itera masih terkendala fasilitas pendidikan.

Untuk itu, Itera akan menerapkan PJJ secara bertahap, seiring dengan pembangunan gedung laboratorium yang mendukung program tersebut. Pasalnya, PJJ harus tetap mengutamakan mutu sehingga kesiapan fasilitas sangat penting.

Bertahap
Pendapat senada juga disampaikan oleh rektor Universitas Tarumanegara (Untar), Agustinus Purna Irawan. Ia menyebutkan, Untar sedang merancang pendidikan berbasis PJJ. Meski begitu, Untar tidak langsung beralih menjalankan PJJ. Baru MKDU saja yang akan diberikan dengan metode PJJ.

Dijelaskan Agustinus, penerapan PJJ dilakukan bertahap karena mengutamakan regulasi, juga kesiapan aturan pendukung, kurikulum, dan materi kuliah berbasis teknologi.

 

Sumber :

https://vidmate.co.id/

About the Author