Sri Mulyani Sebut 59% Pekerja Lulusan SMP, Fakta Lebih Ngenes

Sri Mulyani Sebut 59% Pekerja Lulusan SMP, Fakta Lebih Ngenes

Sri Mulyani Sebut 59% Pekerja Lulusan SMP, Fakta Lebih Ngenes

Sri Mulyani Sebut 59% Pekerja Lulusan SMP, Fakta Lebih Ngenes
Sri Mulyani Sebut 59% Pekerja Lulusan SMP, Fakta Lebih Ngenes

Menteri Keuangan, Sri Mulyani sekali lagi menaruh perhatian pada permasalahan pendidikan di Indonesia.

 

Saat menghadiri rapat dengan Komisi XI DPR Kamis (13/6/2019) kemarin, Sri Mulyani mengatakan bahwa Fokus APBN tahun 2020 adalah kualitas sumber daya manusia (SDM), yang mana hanya bisa ditingkatkan dengan pendidikan. Mayoritas pekerja di Indonesia adalah lulusan SD dan SMP, terbanyak justru lulusan SD.

“59% tenaga kerja kita masih berpendidikan SMP atau di bawah SMP, skill tidak memadai dengan pertumbuhan ekonomi dan modernisasi yang makin meningkat,” ujar Sri Mulyani.

Kondisi Sebenarnya?

Apa yang disampaikan Sri Mulyani memang benar. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik

(BPS) per Februari 2019, dari 129,3 juta orang yang bekerja di Indonesia, sebanyak 75,37 juta jiwa (setara 58,26%) merupakan lulusan SMP atau di bawahnya.

Namun bila dirinci lagi, faktanya lebih menyedihkan dari itu. Dari total jumlah orang yang bekerja, sebanyak 40,51% adalah lulusan SD atau lebih rendah. Sementara yang lulusan SMP hanya 17,75%. Artinya porsi SD ke bawah jauh lebih tinggi ketimbang SMP.

Dalam empat tahun terakhir (2015-2019), sudah ada sedikit perbaikan dalam profil tenaga kerja di Indonesia.

Tercatat porsi lulusan SD telah berkurang sebesar 4,68% pada periode tersebut. Di saat yang sama, porsi lulusan SMA dan Universitas mengalami kenaikan masing-masing sebesar 1,47% dan 1,46%.

Tapi perlu diakui bahwa perubahan profil tenaga kerja tersebut agak kurang signifikan.

Terbukti dengan lulusan SMP ke bawah yang masih mendominasi pasar tenaga kerja di Indonesia.

Tenaga Kerja di Luar Negeri?

Tidak hanya di Indonesia, profil yang serupa juga menular pada Pekerja Migran Indonesia (PMI). Mereka merupakan penduduk Indonesia yang bekerja di luar negeri.

Berdasarkan data dari Badan nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) hingga November 2018, sebanyak 38% dari total PMI hanya berpendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Selain itu lulusan Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Umum (SMU) juga masing-masing sebesar 31% dan 30%. Sementara yang sarjana dan pascasarjana sama-sama tidak sampai 1%.

Artinya lebih dari separuh PMI, atau 69% PMI memiliki tingkat pendidikan SMP atau lebih rendah.

 

Sumber :

https://nisachoi.blog.uns.ac.id/sejarah-sultan-baabullah/

About the Author