Metode Kuesioner atau angket

Metode Kuesioner atau angket

Metode Kuesioner atau angket

Metode Kuesioner atau angket
Metode Kuesioner atau angket

Instrumen pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket

atau kuesioner (Questionnaires). Suharsimi Arikunto (2006: 151) menjelaskan angket adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya, atau hal-hal yang ia ketahui.


Kelebihan metode angket adalah

dalam waktu yang relatif singkat dapat memperoleh data yang banyak, tenaga yang diperlukan sedikit dan responden dapat menjawab dengan bebas tanpa pengaruh orang lain. Sedangkan kelemahan angket adalah angket bersifat kaku karena pertanyaan yang telah ditentukan dan responden tidak member jawaban yang sesuai dengan keadaan dirinya hanya sekedar membaca kemudian menulis jawabannya.

Angket atau kuesioner menurut Suharsimi Arikunto (2006: 152)

dapat dibeda-bedakan atas beberapa jenis tergantung apada sudut pandangnya:

  1. Dipandang dari cara menjawab, maka ada:
    1. Koesioner terbuka, yang memberikan kesempatan kepada responden untuk menjawab dengan kalimatnya sendiri
    2. Koesioner tertutup, yang sudah disediakan jawabannya sehingga responden tinggal memilih.
  2. Dipandang dari jawaban yang diberikan ada:
    1. Koesioner langsung, yaitu responden menjawab tentang dirinya
    2. Koesioner tidak langsung, jika responden menjawab tentang orang lain.
  3. Dipandang dari bentuknya maka ada:
    1. Koesioner pilihan ganda, yang dimaksud adalah sama dengan koesioner tertutup
    2. Koesioner isian, yang dimaksud adalah koesioner terbuka
    3. Check list, sebuah daftar, dimana responden tinggal membubuhkan tanda check pada kolom yang sesuai
    4. Rating-scale (skala bertingkah), yaitu sebuah pertanyaan diikuti oleh kolom-kolom yang menunjukkan tingkat-tingkatan misalnya mulai dari sangat setuju sampai ke sangat tidak setuju

Baca Juga : 

About the Author