Soal HOTS untuk Penuhi Standar Internasional

Soal HOTS untuk Penuhi Standar Internasional

Soal HOTS untuk Penuhi Standar Internasional

Soal HOTS untuk Penuhi Standar Internasional
Soal HOTS untuk Penuhi Standar Internasional

Soal Ujian Nasional dengan tipe High Order Thinking Skill (HOTS)

tahun depan akan tetap berlaku. Pemerintah berdalih soal HOTS ini untuk memenuhi standar pendidikan internasional.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan, saat ini ujian sekolah sudah memakai standar nasional yakni dengan adanya Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN). Maka jika sekolah sudah diuji dengan standar nasional sudah seharusnya UN harus diuji dengan standar internasional.

Dia menjelaskan, soal HOTS ini sudah dipakai menjadi standar

Programme for Internasional Student Assesment (PISA) sejak lama dan menjadi acuan internasional oleh negara-negara Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD). Indonesia, kata dia, sudah bergabung di lembaga dibawah Bank Dunia ini sejak 2001. “Kita sekarang fokus pada kualitas maka kita introdusir (siswa) dengan (soal) HOTS itu. Kenapa HOTS ya untuk USBN pakai standar nasional lah UN mestinya pakai standar internasional yang terecognisi,” katanya usai Pemberian Bantuan Program Revitalisasi Pendidikan Kejuruan kepada 219 SMK di Jakarta.

Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah

Malang menjelaskan, siswa harus sudah mulai diperkenalkan dengan soal HOTS sebab meski Indonesia sudah bergabung sejak 2001 namun Indonesia lambat menyesuaikannya dengan soal ujian. Maka jika Indonesia masih mau menyesuaikan standar PISA, katanya, maka level soal UN pun harus segera disesuaikan.

Muhadjir mengatakan, standar soal internasional ini dipakai oleh negara maju dan pemerintah pun juga mencari padanan yang sesuai.

Guru Besar Universitas Negeri Malang ini menjelaskan, sebetulnya penyesuaian soal HOTS pada tahun ini diberlakukan secara pelan-pelan kepada siswa. Kata dia, hanya ada 10 % soal UN HOTS yang diberikan. Soal HOTS yang diberikan kepada siswa SMP dan SMA pun diberikan sesuai dengan tingkat kesulitan masing-masing jenjang. “Jadi sebetulnya siswa itu 90 % gampang dan 10 % susah. Logikanya begini, jika (ujian) sekolah pakai USBN UN ya pake (standar) internasional,” ujarnya.

Muhadjir menjelaskan, tahun depan soal HOTS di UN baik jenjang sekolah menengah atas dan pertama akan tetap diberlakukan. Malah persentasenya akan ditambah. Meski disisi lain Mendikbud mengakui ada sebagian guru juga yang belum siap dengan soal HOTS ini. Bahkan, kata dia, kejutan soal HOTS ini juga mempengaruhi para bimbel yang biasanya memakai sistem drill dalam memberikan bimbingan menghadapi UN.

Terkait dengan kendala server yang menyebabkan hang, Mendikbud menjelaskan, tahun depan kapasitas server akan ditambah. Penambahan ini juga dilakukan karena tahun depan Kemendikbud menargetkan UNBK SMP mencapai 90%. (Neneng Zubaidah)

 

Sumber :

http://bpbd.lampungprov.go.id/blog/penjelasan-tumbuhan-paku/

About the Author