Persalinan Berdasarkan Teknik

Persalinan Berdasarkan Teknik

Persalinan Berdasarkan Teknik

Persalinan Berdasarkan Teknik
Persalinan Berdasarkan Teknik

Persalinan Spontan yaitu

persalinan yang berlangsung dengan kekuatan ibu sendiri dan melalui jalan lahir.

Persalinan Buatan, yaitu persalian dengan tenaga dari luar dengan ekstraksi forceps, ekstraksi vakum dan section sesaria.

Persalinan Anjuran, yaitu persalinan tidak dimulai dengan sendirinya tetapi baru berlangsung setelah pemecahan ketuban, pemberian pitocin aprostagladin (Mochtar,1983 : 221-223).

 

Persalinan Berdasarkan Umur Kehamilan

Abortus : pengeluaran buah kehamilan sebelum kehamilan 22 minggu atau bayi dengan berat badan kurang dari 500 gram.

Partus Immaturus : Pengeluaran buah kehamilan antara 22 minggu dan 28 minggu atau bayi dengan berat badan antara 500 gram dan 999 gram.

Partus Prematurus : Pengeluaran buah kehamilan antara 28 minggu dan 37 minggu atau bayi dengan berat badan antara 1000 gram dan 2499 gram.

Partus Maturs atau aterm : Pengeluaran buah kehamilan antara 37 minggu dan 42 minggu dengan berat badan bayi di atas 2500 gram.

Partus Postmaturus (Serotinus) : Pengeluaran buah kehamilan setelah 2 minggu atau lebih dari waktu persalinan yang ditaksirkan. (Mochtar. 1988:91)

 

Klasifikasi Persalinan

Partus matur atau aterm adalah partus dengan kehamilan 37-40 minggu, janin matur, berat janin diatas 2500 gram, partus premature adalah dari hasil konsepsi yang dapat hidup tetapi belum aterm/cukup bulan, berat janin 100-2500 gram atau umur kehamilan 28-36 minggu. Partus post matur/serotinus adalah partus terjadi 2 minggu atau lebih dari waktu yang telah di perkirakan atau taksiran partus. Abortus adalah penghentian kehamilan sebelum janin viable, berat janin kurang dari 1000 gram,umur kehamilan kurang dari 28 minggu.

 

Pengertian Fungsi Filsafat

            Pada umumnya dapat dikatakan bahwa studi filsafat semakin menjadikan orang mampu untuk menangani pertanyaan-pertanyaan mendasar manusia yang tidak terletak dalam wewenang metodis ilmu-ilmu spesial. Jadi berfilsafat membantu untuk mendalami pertanyaan-pertanyaan asasi manusia tentang makna realitas (filsafat teoretis) dan lingkup tanggung jawabnya (filsafat praktis). Kemampuan itu dipelajarinya dari dua jalur: secara sistematis dan secara historis. Pertama, secara sistematis. Artinya, filsafat menawarkan metode-metode mutakhir untuk menangani masalah-masalah mendalam manusia, tentang hakikat kebenaran dan pengetahuan, baik biasa maupun ilmiah, tentang tanggung jawab dan keadilan, dan sebagainya.

Jalur kedua adalah sejarah filsafat. Di situ orang belajar untuk mendalami, menanggapi, serta belajar dari jawaban-jawaban yang sampai sekarang ditawarkan oleh para pemikir dan filsuf terkemuka terhadap pertanyaan-pertanyaan tersebut.

Kemampuan ini memberikan sekurang-kurangnya tiga kemampuan yang memang sangat dibutuhkan oleh segenap orang yang di jaman sekarang harus atau mau memberikan pengarahan, bimbingan, dan kepemimpinan spiritual dan intelektual dalam masyarakat.

Sumber : https://blog.dcc.ac.id/bpupki-sejarah-anggota-tugas-dan-pembentukannya/

About the Author