Cara Tidur Sehat Yang Baik Dan Benar

Tempat tidur terbaik adalah istirahat yang nyaman. Ternyata pola tidur Nabi Muhammad adalah cara tersehat untuk tidur dan diakui oleh berbagai ahli kesehatan. Salah satunya adalah mematikan lampu saat tidur. Mengapa? Mari kita cari tahu.

1. Matikan lampu

Seperti yang dijelaskan dalam program Karamah (Kamus Ramadan Membawa Kebijaksanaan), mematikan lampu sebelum tidur adalah salah satu ajaran Nabi Muhammad. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari, Nabi Muhammad SAW berkata: “Matikan lampu di malam hari ketika Anda tidur di malam hari, tutup pintu dan tutup kapal, makanan dan minuman”.

Apa hikmah di balik ajaran nabi Muhammad? Ternyata mematikan lampu saat tidur memang bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Sebuah penelitian oleh ahli biologi Joan Robert menunjukkan bahwa tubuh baru dapat menghasilkan hormon melatonin ketika tidak ada cahaya. Hormon melatonin diproduksi oleh kelenjar pineal dan antara lain berfungsi untuk mengatur irama tidur, meningkatkan kekebalan tubuh, menjaga kesehatan jantung, menghambat peningkatan kolesterol dan berfungsi sebagai antikanker.

Kita dapat melihat dampak serius dalam jurnal Genetika Kanker dan Sitogenetika. Artikel ini meneliti apakah pencahayaan menggunakan cahaya buatan akan berdampak pada jam biologis tubuh dan dapat menjadi pemicu untuk ekspresi berlebihan sel-sel yang terkait dengan pembentukan sel tumor.

Demikian pula dengan Society for Neuroscience research, di San Diego pada tahun 2010. Hasilnya menjelaskan korelasi antara cahaya dan tingkat depresi. Pekerja shift malam dan orang lain yang selalu terpapar cahaya di malam hari meningkatkan risiko gangguan mood atau depresi.

Semua penelitian ilmiah Barat ini tentu saja memperkuat Hadits Nabi Muhammad atas perintah untuk tidur dalam kegelapan. “Matikan lampu ketika Anda pergi tidur, tutup pintu, tutup wadah dan tutup makanan dan minuman” (HR Muttafaq’alaih).

Menurut beberapa peneliti di Stanford University di California, di Amerika Serikat, cahaya yang muncul saat tidur dapat mempengaruhi hormon dalam tubuh, mengganggu kesehatan mata dan bahkan berisiko meningkatkan pertumbuhan sel kanker di dalam tubuh. Dilansir dari Vemale, ada fakta menakjubkan bahwa wanita yang tidur dengan cahaya terang mungkin memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker payudara daripada mereka yang memilih kegelapan atau menggunakan cahaya redup saat tidur.

2. Posisi tidur miring ke kanan

Jika kita tidak memiliki pasangan hidup, maka menurut Sunnah Nabi Muhammad, posisi tidur yang sangat dianjurkan adalah condong ke kanan. Dan jika suami tidur dengan istrinya sesuai dengan sunnah Nabi Muhammad? Dilansir dari halaman bersamadakwah.net, Ustazah Ida Nur Laila, penulis seri materi Keakhwatan dalam sebuah talk show berjudul Reaching Paradise with the Family, menjelaskan bagaimana saran posisi istirahat yang baik untuk pasangan yang sudah menikah adalah sesuai dengan sunah dari Nabi Muhammad.

“Posisi tidur suami dan istri sesuai dengan sunah Nabi, suami dan istri tetap miring ke kanan. Sang istri ada di depan, sang suami ada di belakang sambil memeluk istrinya, sehingga keduanya bisa berjemur di tidur yang benar, “dia berkata

Berdasarkan sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2003 dan diterbitkan dalam The Journal of American College of Cardiology, diterbitkan di New York Times pada 21 Februari 2011, tidur di sisi kanan lebih aman daripada yang miring ke kiri. Tidur di kanan Anda dapat mengurangi risiko gagal jantung. Karena ketika posisi tubuh miring ke kanan, itu membuat jantung di sisi kiri tidak tertindih oleh organ lain.

Di HR. Al-Bukhari no. 247 dan Muslim no. 2710, Nabi Muhammad mengatakan bahwa ‘terletak pada tulang rusuk di sebelah kananmu’. Pada zaman kuno, orang mungkin berpikir bahwa Islam memiliki prioritas di atas kanan daripada kiri, sehingga saran ini mengacu pada catatan ini. Namun ternyata, perintah Nabi telah memberikan efek terapeutik yang luar biasa. Para ilmuwan telah menemukan manfaat ini di era saat ini, meskipun Nabi telah mengenal mereka sejak 1400 tahun yang lalu.

3. Jangan tidur dengan posisi tengkurap

Rasulullah SAW melarang orang-orangnya tidur di perut mereka. Larangan itu lahir dari kisah Ya’isy bin Thikhfah Al-Ghifari. Pada satu kesempatan dia mengatakan kepada saya: “Ayah saya mengatakan kepada saya bahwa ketika saya sedang tidur di masjid di atas perut saya (di perutnya), tiba-tiba ada seseorang menggerakkan kaki saya dan berkata,” Benar-benar, tidur seperti itu disembuhkan oleh Allah ” Ayah saya berkata, “Setelah Anda lihat, ternyata Dia adalah Utusan Allah” (HR Thabrani).


Baca Juga:

About the Author